Meeting Register Page

Meeting banner
Bincang Redaksi 13 - Nestapa Nona Djawa
Banyak memoar atau catatan harian tentang Perang Asia Timur Raya. Kisah jalannya pertempuran telah ditulis dan didiskusikan dalam forum internasional hingga komunitas kota. Namun, sedikit yang mendiskusikan tentang korban perang—khususnya untuk perempuan.

Selama propaganda pendudukan Jepang di Indonesia, ribuan perempuan dihimpun sebagai Jugun Ianfu. Penghimpunan ini terjadi di penjuru kepulauan, baik di kota besar maupun di pelosok desa. Dari cara halus sampai pendekatan kekerasan.

“Ianfu” adalah istilah untuk perempuan korban praktik sistem perbudakan seksual oleh militer Jepang selama Perang Asia Timur Raya. Sebutan ini mengalami arti yang khusus. Tidak hanya mereka yang ditempatkan dalam “ianjo” atau markas kamp praktik sistem perbudakan seksual—bordil khusus militer Jepang—melainkan di banyak tempat tak resmi di luar ianjo.

Kendati Perang Asia Timur Raya telah berakhir sejak 75 tahun silam, lara dan nestapa para penyintas “ianfu” masih menganga. Mereka membawa luka dan kesengsaraan hidup semenjak kanak-kanak, tua renta, hingga tutup usia.

Pada akhir pekan ini kita akan membicarakan apakah “ianfu” merupakan sebuah sistem yang sengaja dibentuk militer Jepang atau “kecelakaan” dalam suasana perang? Semenjak kapan militer Jepang menerapkan praktik ini? Bagaimana suasana ianjo dan tata cara tamu-tamunya? Mengapa National Geographic Indonesia menggunakan judul dalam ejaan lama dalam kisah feature “Nona Djawa”?

Ekahindra dan Rahmad Azhar Hutomo akan menuturkan juga kisah di balik layar penugasan “Nona Djawa”—sebuah kisah feature yang dipersiapkan sejak 2,5 tahun silam. Kita juga akan menyimak kisah Ekahindra, yang meneliti “ianfu” di Indonesia selama dua dasawarsa. Dia memiliki catatan kisah hidup korban-korban “ianfu” sampai akhir hayatnya.

*Dengan mendaftar event atau webinar ini Anda juga menyetujui Kebijakan Privasi KG Media (https://www.kgmedia.id/legal-privacy-id)

Aug 1, 2020 03:30 PM in Jakarta

Meeting logo
Meeting is over, you can not register now. If you have any questions, please contact Meeting host: National Geographic Indonesia.